Jumat, 17 April 2009

Kesadahan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan

Untuk mengukur tingkat Kesadahan Total (Ca2+, Mg2+) dan Kesadahan Kalsium dengan titrasi kompleksometri menggunakan EDTA.

1.2 Prinsip Percobaan

Kalsium dan Magnesium dalam air dapat membentuk senyawa komplek dengan EDTA pada suatu pH tertentu. Untuk mengetahui titik akhir titrasi digunakan indikator logam yaitu indikator EBT dan Murexida.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kesadahan adalah suatu keadaan atau peristiwa terlarutnya ion- ion tertentu di air sehingga menurunkan kualitas air baik secara distribusi maupun penggunaanya. Ion-ion tersebut yaitu Ca2+, Mg2+, Mn2+, Fe2+, Si2+, dan semua kation yang bermuatan 2. Ion-ion mampu bereaksi dengan Sabun untuk Presipirat dan anion-anion yang ada untuk membentuk kerak.( www. wikipedia.org\kesadahan_air)

Air sadah berarti air yang didalamnya terkandung ion-ion kesadahan. Kesadahan air bervariasi dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Kesadahan air permukaan lebih kecil daripada air tanah di daerah kapur, karena pada daerah tanah tersebut banyak terkandung ion Ca2+ dan Mg2+.

Berdasarkan sifatnya, air sadah dibagi atas 2,yaitu:

  1. Air sadah sementara

Air sadah yang mengandung Ca(HCO3)2 atau Mg(HCO2) 2, Air sadah sementara dapat dipisahkan dengan cara pemanasan.

Reaksi : Ca(HCO2) 2 ® CaCO2 + H2O + CO2

Mg(HCO3)2 ® MgCO3 + H2O + CO2

b. Kesadahan tetap

Air sadah yang mengandung MgCl2, CaCl2, MgSO4, CaSO4, dll. Air

sadah dapat dihilangkan dengan penambahan natrium karbonat.

Reaksi : CaSO4 + NaCO3 ® CaCO3 + Na2SO4

MgSO4 + Na2SO3 ® MgCO3 + Na2SO4

Kesadahan total adalah jumlah ion-ion Ca2+ dan Mg2+ yang dapat ditentukan melalui titrasi EDTA dan menggunakan indicator yang peka terhadap semua kation tersebut. Kesadahan total dapat juga ditentukan dengan menggunakan jumlah ion Ca2+dan ion Mg2+yang dianalisa secara terpisah misalnya metode AAS.

( www. wikipedia.org\kesadahan_air)

Kesadahan dibagi menjadi 2 tipe yaitu: :

1. Kesadahan Kalsium dan Magnesium (Kesadahan Total)

Kalsium dan magnesium merupakan dua anggota dari kelompok alkali logam. Kedua struktur ini mempunyai struktur elektron dan reaksi kimia yang sama. Besarnya kesadahan kalsium dan magnesium dapat dihitung.

2. Kesadahan Karbonat dan Non KarBonat

Kesadahan Karbonat ialah bagian kesadahan total yang secara kimia ekivalen terhadap alkalinitas bikarbonat dan karbonat dalam air.

Jika CaCO3 sebagai alkalinitas dan kesadahan, maka kesadahan karbonat ditentukan sebagai berikut :

a. Alkalinitas ³ kesadahan total

Kesadahan karbonat (mg/l) = kedadahan total (mg/l)

b. Alkalinitas < kesadahan total

Kesadahan karbonat (mg/l) = alkalinitas (mg/l)

Kesadahan non karbonat ialah jumlah kesadahan akibat kelebihan

kesadahan karbonat.

Kesadahan nonkarbonat = kesadahan total – kesadahan karbonat kation. Kation kesadahan nonkarbonat berikatan dengan anion-anion sulfat nitrat.

Air sadah membawa Dampak negatif, yaitu:

- Menyebabkan sabun tak berbusa karena adanya hubungan kimiawi antara kesadahan dengan molekul sabun sehingga sifat deterjen sabun hilang dan pemakaian sabun jadi lebih boros.

- Menimbulkan kerak pada ketel yang dapat menyumbat katup-katup ketel karena terbentuknya endapan kalsium karbonat pada dinding atau katup ketel. Akibatnya hantaran panas pada ketel ait berkurang sehingga memboroskan bahan bakar.(www. Chem-is-try.org \tanya pakar\kenapa mandi dipantai boros sabun?)

Metoda yang digunakan untuk menghilangkan kesadahan pada air yaitu:

  1. Metoda pengendapan senyawa Ca2+dan Mg2+

dibutuhkan Ca(OH)2 dan natrium karbonat sebagai pereaksinya. Hasil akhir reaksi akan membentuk endapan CaCO3 dan MgCO3. metoda ini berlangsung dalam waktu yang cepat, dan mempunyai efisiensi tinggi sehingga biaya yang dikeluarkan relatif kecil.

  1. Metoda pertukaran ion Ca2+ dan Mg2+ dengan ion Na+, K+, H+

dibutuhkan instalasi yang lengkap. Reaksi berlangsung dalam waktu yang sangat cepat yaitu dalam hitungan menit, namun metoda ini membutuhkan biaya yang sangat tinggi sehingga hanya dipakai dalam industri penggolahan air ketel.

BAB III

PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Bahan

  • Larutan buffer pH 10;
  • Larutan buffer pH 12;
  • Larutan KCN 10 %;
  • Larutan EDTA 1/28 N;
  • Indikator EBT;
  • Indiktor Murexida;
  • Aquades.

3.2 Alat

  • Erlenmeyer 200 ml;
  • Erlenmeyer 100 ml;
  • Pipet takar 10 ml;
  • Pipet takar 10 ml dan Bola hisap;
  • Buret 50 ml dan statip;
  • Corong;
  • Spatula.

3.3 Cara Kerja

Standarisasi larutan EDTA 1/28 N

a. Meggunakan indikator EBT

· Pipet 10 ml larutan standar kalsium dan dimasukkan ke dalam labu

Erlenmeyer

· Tambah 5 ml larutan buffer pH 10 dan 50 mg indikator EBT, lalu

titrasi dengan EDTA 1/28 N hingga cairan berubah dari ungu menjadi

biru laut.

b. Menggunakan indikator murexida

    • Pipet 10 ml larutan standar kalsium dan dimasukkan ke dalam

labu Erlenmeyer

· Tambahkan 1 ml larutan buffer pH 12 dan 50 mg indikator murexida .

· Dititrasi dengan larutan EDTA 1/28 N hingga cairan berubah warna dari merah menjadi ungu.

· Dicatat banyak ml EDTA yang digunakan

Kesadahan total (Kalsium + Magnesium)

· Dimasukkan 100 ml air ke dalam Erlenmeyer, lalu ditambahkan larutan buffer pH 10.

· Ditambahkan 1 ml larutan KCN 10 % jika cairan menjadi keruh

· Lalu, ditambahkan 50 mg indikator EBT

· Titrasi dengan larutan EDTA 1/28 N sampai cairan berubah warna dari ungu menjadi biru laut. Catat Banyak EDTA yang diperlukan

Kesadahan Kalsium

· Dimasukkan 100 ml contoh air ke labu Erlenmeyer, ditambah 1 ml larutan buffer pH 12. Jika cairan keruh ditambahkan 1 ml larutan KCN 10 %.

· Ditambahkan 50 mg indikator murexida

· Dititrasi dengan larutan EDTA 1/28 N sampai cairan berubah warna dari merah menjadi ungu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar